Friday, 25 August 2017

TUTORIAL MEMBUAT BUNGA KERTAS



Assalamu’alaikum teman-teman semua. Salam kreatif dari si catatan kecil. Di tulisan saya kali ini saya akan memberikan tutorial cara membuat bunga mawar dari kertas. Biasanya bunga mawar tersebut dirangkai menjadi satu buket bunga yang sangat indah dan menarik. Cara membuanya tidak terlalu sulit dan alat-alat yang dibutuhkan juga sangat mudah didapatkan. Teman-teman bisa berkreasi sesuai keinginan untuk menciptakan hasil karya yang sangat indah.

Seringkali saat momen wisuda, ulangtahun, kelulusan, pernikahan, atau acara apapun itu banyak sekali menggunakan alternatif rangkain buket bunga mawar sebagai hadiah. Dan saat ini yang paling populer dikalangan kita adalah bunga yang terbuat dari kertas. Saya pun mencoba mempelajari bagaimana cara membuatnya, karna saya orangnya mudah penasaran akhirnya saya melihat video tutorialnya di Youtube. Dan Alhamdulillah, setelah saya belajar saya pun bisa membuatnya. Bagi kalian yang ingin mencoba hal ini bisa menjadi alternatif usaha buat teman-teman yang ingin berwirausaha.

Adapun bahan yang perlu disiapkan adalah kertas hvs berwarna, lem, gunting, dan alat penggulung (bisa menggunakan lidi, isi pena, atau kawat yang tebal).



Pertama, potong 1 lembar kertas hvs menjadi dua bagian menggunakan gunting.
Kedua, potong kembali setengah lembar kertas menjadi 2 bagian


Ketiga, ambil satu lembar yang sudah dipotong dan melipat ujung kertas menjadi sudut segitiga. Kemudian lipat kembali sesuai gambar di bawah ini


Keempat, potong melingkar bagian kertas yang sudah dilipat. Sehingga jika dibuka hasil potongannya akan membentuk lekukan bunga di setiap bagian. Ini adalah tahap awal kita untuk membuat kelopak bunga mawar. Kemudian lakukan hal sama untuk semua potongan kertas yang telah dipotong.



Kelima, potong setiap kelopak menjadi 5 bagian. Bagian satu potonglah 1 kelopak, kemudian potong 2 kelopak, potong 3 kelopak, dan potong 4 kelopak. Untuk lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini.


Keenam, setelah semua kelopak dipotong, berikan lem di sisi ujung kelopak kemudian rekatkan kedua sisinya (lihat di gambar yaaah)


Ketujuh, buat lekukan di ujung kelopak dengan cara menggulung kebagian belakang kelopak menggunakan lidi (apapun yang bisa kalian gunakan untuk menggulung ukuran kecil). Lakukan untuk semua kelopak yang sudah direkatkan kedua sisinya.


Kedelapan, rangkailah semua kelopak yang sudah digulung sehingga membentuk satu kesatuan utuh bunga mawar. Sebelumnya berikan lem di bagian ujung kerucut kelopak yang akan kalian rangkai (supaya tidak lepas)


Setelah semua prosedur selesai, maka bunga mawar yang telah kalian buat akan terangkai sangat indah dan menarik. Buatlah tidak hanya satu tapi buatlah dalam jumlah banyak supaya bisa kalian rangkai menjadi satu buket bunga. Untuk satu kertas hvs akan menghasilkan 1 tangkai bunga mawar. Jika kalian ingin membuat bunga mawar dalam jumlah banyak maka kertas hvs yang kalian butuhkan juga banyak (sesuai keinginan kalian).


Sangat mudah untuk ukuran pemula seperti saya. Agar semakin mahir dalam membuat rangkaiannya maka perlu banyak-banyak latihan (saya pun juga masih banyak belajar). hal ini bisa menjadi alternatif kita kalau kita bingung ingin memberikan hadiah kepada orang-orang terdekat kita. Dan juga sesuatu yang dibuat dengan tangan sendiri menurut saya itu memiliki nilai seni yang besar dan memiliki arti yang berharga juga.

Demikian tutorial dari saya. Semoga bermanfaat untuk teman-teman semua (maafkan saya jika masih ada kalimat yg sulit dimengerti, masih newbie didunia blogging). Selamat mencoba teman-teman.

Wassalamu’alaikum wr wb J

Apa itu HANDLETTERING ?



Assalamu’alaikum teman-teman.. salam hangat dari si catatan kecil. Saya mau berbagi info tentang hal yang sangat menarik. Hal yang sangat saya sukai. Mungkin teman-teman juga banyak yang menyukainya.

Mengingatkan kembali, sebelumnya saya penah menulis tentang seni “Doodle Art” di catatan kecil saya. Kalau teman-teman belum membaca, silahkan membaca di catatan saya tahun 2015 tentang "Doodle Art??"

Dulu saya juga menyukai seni doodle art, sempet jadi ladang usaha juga (dalam hal ini apapun itu bisa menjadi peluang untuk kita berwirausaha). Alhamdulillah hasilnya cukup untuk saya memenuhi kebutuhan. Namun,seiring berjalannya waktu dan keminimalan waktu saya untuk membuat karya doodle art saya lebih cenderung buta inspirasi untuk menyelesaikan satu lembar karya doodle. And finally, vakum untuk tidak membuat karya doodle (mungkin karena efek males yang bertubi-tubi menyerbu).

Waktu ke waktu saya terus mengeksplor “apa sih sesuatu yang harus saya kembangin lagi?”. Dan akhirnya saya mendapat jawaban yang sekitar 80% memberikan guyuran semangat saya untuk terus berkreasi dan berkarya. Dan sesuatu yang menarik itu adalah seni tulis “LETTERING” atau “HANDLETTERING”

Teman-teman sudahkah banyak yang tahu tentang apa itu lettering?. Seperti apakah seni “lettering”?. Jadi, lettering adalah the art of drawing letters atau seni menggambar tulisan/huruf. Seni ini adalah kreasi menggambar huruf atau kata-kata yang sepenuhnya digambar menggunakan tangan semenarik mungkin.

Kita bisa menggunakan beberapa alat untuk menggambar lettering. Untuk pemula biasanya menggunakan pensil untuk membuat sketsa lettering yang akan kita buat. Kemudian kita hapus menggunakan penghapus dengan catatan jangan sampai menghapus total sketsa yang telah kita buat (supaya memudahkan kita untuk memperjelas sketsa). Selanjutnya, kita perjelas dengan menggunakan spidol berwarna (biasanya warna black atau hitam). Supaya sketsa lebih terlihat hidup, ada beberapa bagian yang harus dipertebal dan ditipiskan sisi line/garis tiap huruf. Disitulah, imajinasi lettering kita bermain, supaya hasil sketsa yang kita buat terlihat menarik.



Menggambar lettering tidak terlalu sulit. Supaya lebih maksimal dan kreatif, saya biasanya melihat beberapa referensi gambar lettering di google, pinterest, dan instagram. Kemudian dari beberapa referensi itu saya memilih yang sketsanya mudah, kemudian saya mencoba meniru gaya sketsanya. Hal ini bisa membuat tangan kita terlatih untuk membuat goresan yang bagus (tidak kaku). Dari hal tersebut, saya mengeksplor sketsa lettering dengan imajinasi saya sendiri, hal ini supaya kita juga bisa belajar membuat lettering dengan mudah.

Seni handlettering tidak membutuhkan media gambar yang sulit. Sederhananya, kalian bisa menggunakan kertas gambar/kertas hvs, pensil, penghapus, spidol, dan drawing pen.


Teruslah mengeksplor bakat kalian. Belajar tidak harus mahal, saya hanya belajar “otodidak” atau belajar sendiri. Intinya jangan pernah berhenti untuk terus belajar dan belajar. kuncinya jangan pernah mengatakan “jelek” atau “kurang bagus” disetiap hasil gambar/karya yang telah kita buat. Itu hanyalah awal, dan menurut saya, itu adalah awal yang “bagus”.

contoh yang sudah dibingkai (promosi juga) hehe


Sekian cerita saya tentang seni handlettering. Next, jika ada kesempatan saya akan membahas lebih detail mengenai seni ini. Yuk, sama-sama belajar J


Wassalamu’alaikum J

Sunday, 16 July 2017

Apakah “Mengagumimu” Se-menyakitkan ini??



[Juli-2017] – “Setiap hari aku dirundung rasa
rindu yang berkecamuk sebegitu dalam. Dan dalam rapalan do’aku,  namamu masih selalu aku sebut. Sedikit sesak, hingga saat ini aku tak mampu lagi jika hanya mengucap nama depanmu. Ini bukan hanya perkara waktu yang sedikit, sudah miliaran detikku terbuang hanya untuk mengagumimu. Iya, masih aku akui “aku mengagumimu”. Tak pernah terfikir oleh akal sehatku, bahwa dirimu masih enggan pergi dari fikiran serta hatiku. Kamu masih berdiam, mengendap, semakin tajam. Aku hanya berharap, ini harus usai, karna aku tak sanggup untuk terus merasakan sakit yang tidak mampu aku tahan lagi” –

Penghujung bulan Juni kemarin, ada sebuah “Hujan” yang datangnya tidak pernah aku prediksikan. Tidak pernah aku bayangkan dia datang begitu derasnya. Hujan itu perlahan sangat menyejukkan. Dingin, hingga menusuk sela-sela tulangku. Aku mulai membiasakan hawa dinginnya masuk dalam tubuhku. Kutengadahkan jari-jari tanganku disetiap rintikannya. Sesekali menimpa pelan, sesekali dia jatuh begitu keras. Berhenti sejenak, kemudian turun lagi. Membuatku mau tidak mau harus menunggunya. Hujan terus turun seharian itu, hari hari berikutnya masih selalu datang. Dalam hujan itu, aku masih selalu membayangkan dirimu hadir disampingku. Mulai membangkitkan rasa kagumku lagi untukmu. Namun, seakan tak ingin diduakan, hujan datang begitu lebat, deras, dan riuhnya air yang mengalir semakin banyak. Hingga akhirnya, aku mulai menyerah lalu membiarkanmu tetap diam dalam satu titik difikiranku. Kupalingkan wajahku di sebelah jendela ruangan kamarku, disitulah aku bisa melihat hujan turun dan membiarkan membasahi jari-jariku. Mengalir disela-sela jari tanganku. Dan akhirnya, aku mulai mengaguminya.

Awal bulan Juli, cuaca masih tidak menentu. Hujan masih sering mengguyur kota tempatku tinggal. Dan hari itu, adalah benar-benar hari terburukku. Entah kenapa, hujan yang selalu kutunggu, tidak turun lagi. Langit masih mendung, angin masih tetap berhembus begitu dingin. Namun hujan yang kutunggu tetap tidak turun.  Oh Tuhan, apakah musim sudah mulai berganti. Apakah hujan itu hanya membuatku menjadi sedikit lupa. Apakah hujan itu hanya sebagai pelipur sesaat saja. Entahlah—
Ku buka lagi buku catatan dalam tas kecilku. Ku catatkan tanggal dimana hari itu hujan tidak turun (lagi). Aku membalik lembaran dibelakangnya, membuka pelan. Mataku menyayup, hatiku mulai bergetar. Dan disitulah, namamu masih begitu jelas tertulis. Iya, namamu lagi. Kali ini namamu begitu lengkap dengan tanggal ku menuliskannya dalam buku ku. Tepatnya, tiga tahun lalu aku menulis namamu. Tiga tahun, apakah menurutmu itu waktu yang sebentar?

Adalah aku, seorang wanita yang terkadang merasa bodoh telah mengagumimu. Adalah aku, seorang wanita yang tidak pantas untuk bisa bersamamu. Adalah aku, seorang wanita yang selalu mendongeng dalam hati, berharap bisa berjalan beriringan denganmu untuk sama-sama menuju surga-Nya. Adalah aku, seorang wanita yang begitu jauh untuk kamu lihat bahkan untuk kamu fikirkan barang sedetik saja tidak mungkin. Dan adalah aku, yang kadang tidak bisa menahan rindu saat aku mulai jauh dari dirimu.

Semua begitu tertata, aku menjaga untuk tidak membuatmu merasa terganggu. Bahkan hanya untuk menatapmu, aku pun tak kuasa. Aku menyiapkan jarak, agar diriku tidak terlihat bodoh saat ada disekitarmu. Dan aku lebih memilih diam, agar aku tidak terlihat gugup saat berbicara di depanmu.
Aku hanya seorang wanita yang tidak memiliki daya dan upaya apapun. Kita bak bumi dan langit. Begitu jauh, hingga aku tidak mampu menggapaimu. Terkadang rasa sedih tidak mampu aku tahan. Rasa takut pun juga masih aku rasakan. Mungkin ini sudah menjadi resiko dalam diriku, karna telah mengagumimu. Tahun berganti tahun, rasaku masih sama. Meskipun “Hujan” yang datang silih berganti, aku tidak pernah bisa melupakan bahkan menghapus namamu dalam catatanku. Ini terlihat sangat berlebihan, tapi itulah kenyataan yang aku rasakan. Sulit.

Dalam ribuan detik itu, aku berjuang untuk tidak membuatmu terganggu. Berjuang untuk terus menahan rasa kagumku dan berjuang agar semuanya tidak terasa menyesakkan. Kecewa, pasti itu pernah. Putus asa, sudah pasti sering terjadi. Aku mencoba untuk menciptakan bahagia agar hidupku tidak hanya terfokus padamu. Aku memiliki mimpi, dan semua mimpiku belum terlihat nyata. Aku hanya berharap, kelak dirimulah bisa menjadi salah satu mimpiku yang belum menjadi nyata itu. Ah, itu hanya harapanku, yang masih kusebut dalam do’aku.

Do’a. Hanya dengan mendo’akanmu adalah caraku yang paling tepat untuk bisa menggapaimu. Semoga Tuhan mengabulkan do’aku untukmu, agar langkahmu dimudahkan dalam segala hal apapun. Termasuk kemustahilan yang aku inginkan, yaitu langkahmu untuk menujuku dan sama-sama menuju Surga-Nya, berjalan beriringan, saling melengkapi, saling membahagiakan, dan saling menjadi baik di hadapanNya. Terkadang sedikit sesak saat aku mengucap kalimat itu, aku malu. Sangat-sangat malu. Aku yang tidak ada apa-apanya dibandingkan wanita di luar sana yang mungkin selalu kamu lihat, sedang aku hanyalah sebagian kecil kemungkinan untuk kamu lihat telah berani melakukan hal itu. Namun, itulah adalah cara terbaik bagiku. Caraku mengagumimu. Menjadikan Tuhan menjadi satu-satuNya tempat aku meminta dan menjadi saksi perjuanganku dalam mengagumimu.


Sempat aku berfikir, apakah mengagumi seseorang se-menyakitkan ini?. Mungkin tidak, faktanya aku sanggup menahannya. Aku mampu melewatinya sekian hari. Dan sampai aku merasa, aku harus menyerah.